Lights
GKPI JEMAAT KHUSUS RAWAMANGUN
Jalan Belanak VI No. 26b. Kelurahan Jati - Kecamatan Pulo Gadung. Jakarta Timur
Email: gkpi.rawamangun@yahoo.com
Selamat Datang di Media Informasi dan Komunikasi GKPI Rawamangun
MENGALAMI ROH KUDUS: Menjadikan Hidup Lebih Baik
(Roma 8:12-17)

Pdt. Irvan Hutasoit

Disampaikan dalam PA Seksi Perempuan GKPI Rawamangun, 13 Juni 2019


Dalam kalender gereja, hari ini kita sudah memasuki minggu Pentakosta. Itu artinya, mulai minggu depan kita akan memasuki minggu terpanjang dalam kalender liturgi, yaitu minggu Trinitatis. Bila ditelisik dalam Alkitab maka Kisah Rasullah yang memberi uraian sejarah turunnya Roh Kudus ketika orang Yahudi merayakan Pentakosta di Yerusalem. Kisah Rasul juga yang mendeskripsikan dampak turunnya Roh Kudus bagi para Rasul yang ikut juga berkumpul di Yerusalem saat itu.

Kalau kita membaca rentang ayat dalam Kisah Rasul 2:14-40, maka terlihat jelas keberanian Petrus dan sebelas murid lainnya berkhotbah di tengah keramaian orang di Yerusalem. Di ayat 14 misalnya, pilihan kata yang dipakai adalah 'bangkitlah'. Itu mengindikasikan bahwa sebelum Roh Kudus turun, para rasul sepertinya menutup diri dari keramaian [indikasi bahwa murid-murid itu menutup diri dicatatkan dalam Kisah 1:13, "... naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang ..."]. Tetapi sebaliknya terjadi setelah Roh Kudus dinyatakan bagi para rasul. Mereka bangkit untuk menyiarkan kabar tentang Yesus bagi orang lain. Sehingga, karunia Roh Kudus bukanlah pada kemampuan mengucapkan bahasa atau kata-kata yang tidak dimengerti orang (lazimlah itu disebut dengan istilah bahasa roh), tetapi keberanian mewartakan berita Injil di dunia ini [Paulus dalam suratnya ke jemaat Korintus mengatakan hal itu, "Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun", 1Korintus 14:5. Penjelasan Paulus lainnya dapat dilihat secara utuh dalam 1Korintus 14:1-25].

Dampak kekuatan Roh Kudus bagi para rasul itu semakin terasa bila kita juga dilengkapi oleh informasi tambahan; bahwa para murid itu bukanlah orang terpelajar. Mereka bukan pula dari golongan orang Farisi dan ahli Taurat yang sudah terbiasa mempelajari Hukum Tuhan. Tetapi yang mencengangkan adalah, mereka akhirnya mampu berkhotbah di hadapan banyak orang, yang barangkali di antara orang banyak itu terdapat pula golongan orang Farisi dan ahli Taurat. Sampai-sampai para rasul itu dituduh sedang mabuk anggur [baca: Kisah Rasul 2:13]. Kehadiran Roh Kudus menjadikan para rasul bangkit membangun iman banyak orang pada Yesus. Sehingga di hari Pentakosta itu Kisah Rasul mencatatkan bahwa pada hari itu terdapat tiga ribu orang yang memberi diri dibaptis [baca: Kisah 2:41]. Perhatikanlah, betapa dasyatnya Roh Kudus melengkapi seseorang. Pertanyaan buat kita sekarang, masihkah kita merasakan kehadiran Roh Kudus itu?

Membaca teks dalam Roma 8:12-17, maka dapatlah disimpulkan bahwa saat ini masih tetap terbuka peluang kehadiran Roh Kudus dalam diri kita. Perhatikanlah rangkaian setiap ayat dalam bacaan tersebut. Ayat 13 berkata, "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup". "Perbuatan tubuh" yang dimaksudkan disini sama dengan keinginan daging pada ayat 7, yaitu perseteruan dengan Allah. Perseteruan dengan Allah dapat diakhiri atau dimatikan bila kita sudah mengalami kehadiran Roh Kudus. Karenanya, bukti hidup yang mengalami Roh Kudus ialah kita bisa mematikan keinginan yang mengakibatkan perseteruan dengan Tuhan [juga dengan sesama].

Pertanyaan berikutnya ialah, bagaimana kita mengalami kehadiran Roh Kudus itu? Ayat 16 menjelaskannya, ""Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" Di ayat 16 itu ada kata 'bersama'. Kata itu merujuk pada kesatuan dua pihak yang tidak terpisahkan. Artinya, kita akan mengalami kehadiran Roh Kudus bila kita sendiri menyatu dengan Tuhan; tidak terpisahkan dengan Dia.

Bagaimana cara kerja Roh Kudus itu? Johannes Calvin memberi solusi tentang itu. Dia berkata agar kita sesering mungkin mengkontemplasikan kerja Allah dalam dunia ini. Dalam Alkitab, kerja Allah itu dapat dijumpai. Itulah yang perlu dikontemplasikan. Memang pada zaman ini hal tersebut sangatlah sulit untuk diwujudkan sebab waktu kita banyak disita oleh rutinitas keseharian. Hampir tidak ada waktu untuk menarik diri dari keriuhan. Akibatnya pikiran dan hati kita menjadi riuh menanggapi segala keriuhan di sekitar kita. Kita jarang berdiam diri sehingga tidak ada waktu untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman hidup. Ujung-ujungnya, keriuhan ditanggapi oleh keriuhan yang akhirnya solusi terhadap hidup menjadi berantakan dan kacau balau. Itulah fenomena yang kita lihat saat ini sehingga hidup tidak lebih baik.

Dengan kontemplasi, kita akan mengalami kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang menyejukkan hati dan pikiran. Manakalah hati dan pikiran sejuk, maka keriuhan di sekitar akan ditanggapi dengan kepala dan hati yang dingin. Selain itu, peluang pertentangan dengan Tuhan [dan juga dengan sesama] dapat terhindarkan. Dengan cara itu pula, hidup akan lebih baik.



Bila ingin berdiskusi tentang pokok di atas, sila KLIK ini


NAMA Angela
TANGGAPAN Bagaimana seharusnya kita berdoa?
NAMA Irvan Hutasoit
TANGGAPAN Terima kasih atas pertanyaannya. Saya mau menegaskan bahwa berdoa tidak selalu soal cara. Yang terpenting ialah sikap batin menghadap Tuhan. Pengakuan atas ke_Ilahi-an Tuhan adalah hal penting dalam doa. Kita mengakui bahwa Dia melampaui segala sesuatu, termasuk melampaui keinginan kita. Sehingga berdoa adalah kepatuhan pada kehendak Tuhan dalam hidup. Seyogyianya, memberi pengaruh pada kita dalam doa-doa yang dipanjatkan kepadanya.
NAMA Marcel
TANGGAPAN Saya bukan jemaat GKPI. Setelah mengunjungi web ini saya baru tahu apa itu GKPI. Kepada admin saya usul utk menambahkan informasi lain yg dibutuhkan pembaca. Apalagi dengan renungan ini, saya semakin terberkati. Tuhan memberkati pelayanan GKPI terutama yg di Rawamangun.
NAMA Irvan Hutasoit
TANGGAPAN Terima kasih untuk tanggapan Sdr. Marcel. Saya mengundang kehadiran dan partisipasi saudara untuk mengikuti pelayanan di GKPI Rawamangun. Tuhan Memberkati kita.

PELAYANAN KAMI

Pelayanan di GKPI Rawamangun terdiri dari:

  1. Ibadah Minggu Pagi, Pukul: 07.00 WIB
  2. Ibadah Minggu Siang, Pukul: 09.30 WIB
  3. Ibadah Sekolah Minggu, Pukul: 07.15 WIB
  4. Ibadah Lingkungan, hari Selasa & Rabu, Pukul: 19.00 WIB
  5. PA Seksi Perempuan, hari Kamis, Pukul: 16.30 WIB
  6. Kelompok Tumbuh Bersama Seksi Remaja, hari Sabtu, Pukul: 15.00 WIB
  7. PA Seksi Pemuda, setiap hari Sabtu minggu keempat, Pukul: 19.00

Latihan Paduan Suara:
  1. Paduan Suara Serafim, hari Kamis, Pukul: 17.30 WIB
  2. Paduan Suara Maranatha, hari Jumat, Pukul: 20.00 WIB
  3. Paduan Suara Remaja, hari Sabtu, Pukul: 16.00 WIB
  4. Paduan Suara Pemuda, hari Sabtu, Pukul: 19.00 WIB
  5. Paduan Suara Conspirito, hari Sabtu, Pukul: 19.00 WIB
  6. Paduan Suara Gita Eklesia, hari Minggu, Pukul: 12.00 WIB

KUNJUNGI KAMI


HUBUNGI KAMI

Kami menyiapkan fasilitas online bagi anda bila membutuhkan pelayanan. Sila KLIK bila ingin mengajukan permohonan pelayanan


PENGUNJUNG KAMI


ARSIP

Sidi: Apa dan Bagaimana [Lihat]