JEMAAT KHUSUS RAWAMANGUN

Media Informasi dan Komunikasi Anggota Jemaat

Selamat Datang di Media Informasi dan Komunikasi GKPI Rawamangun. Berselancar di media ini, sila pilih pilihan pada menu di bawah

Klik menu dibawah untuk melihat rencana kegiatan Perayaan Natal GKPI Jemaat Khusus Rawamangun 2019


FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA: Spiritualitas Inkarnasi Mendorong Persahabatan Bagi Semua

Penjelasan Minggu Advent 2 Tahun 2019

Pdt. Irvan Hutasoit, S.Si (Teol.)


PENDAHULUAN

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam hari guru tahun 2019 menyedot perhatian publik. Teks pidato yang diunggah dalam akun twitter Kementerian Pendidikan Kebudayaan telah diretweets sebanyak 3.803 kali dan like sebanyak 6.058. Sehingga pidato itu sempat viral dan menjadi percakapan menarik warga net. Apa yang menarik dari pidato menteri, founder layanan transportasi online yaitu Gojek yang berstatus unicorn, perusahaan yang memiliki kekayaan di atas US $ 1 Milyar itu?

Nadiem Makarim dalam teks pidatonya menawarkan model kehadiran baru dalam dunia pendidikan, yaitu relasi guru dengan murid di ruang kelas. Tadinya tempat guru adalah di depan kelas sambil duduk atau berdiri mengajar siswa. Lantas, siswa mendengar apa yang diajarkan oleh guru. Model relasi inilah yang disebut dengan monolog, atau komunikasi satu arah. Barangkali inilah deteksi model kehadiran dalam ruang kelas pendidikan Indonesia sehingga menteri termuda di periode kedua Joko Widodo itu berkata dalam pidatonya, "Ajaklah kelas berdiskusi, bukan mendengar". Apa hubungannya dengan minggu Advent 2 tahun ini?. Itulah yang mau kita lihat dalam uraian penjelasan berikutnya.

EPISTEL: Ulangan 18:15-19

Kitab Ulangan adalah kitab kelima dalam torah atau kitab Taurat. Menurut tradisi Israel, kitab Taurat diartikan sebagai pengajaran, instruksi, dan perintah. Jadi, pengertian yang selama ini kita pakai bahwa torah berisi hukum kurang tepat. Karena dalam perkembangan berikutnya, para rabi Yahudi menyusun semacam kurikulum pengajaran Taurat yang dikenal dengan istilah talmud.

Menurut tradisi Israel kuno yang kemudian terwarisi hingga kita sekarang, penulis kitab Ulangan adalah Musa sebelum peralihan kepemimpinan kepada Yosua tersebut. Kalau kita sejenak membaca kitab Yosua, pemimpin Israel telah berganti ketika mereka sedang menyiapkan diri masuk ke tanah perjanjian setelah perjalanan 40 tahun lamanya dari Mesir. Nah, sebelum peralihan kepemimpinan kepada Yosua, Musa menuliskan kitab ini sebagai pengajaran dan instruksi moral bagi bangsa itu saat berdiam kelak di tanah yang sudah dijanjikan Allah kepada leluhur mereka.

Teks Epistel dalam Minggu Advent 2 adalah salah satu pengajaran dalam kitab Ulangan. Pada ayat sebelumnya, yaitu 9-14, terdapat penegasan agar bangsa Israel menjauhkan diri dari petenung dan segala mantera-mantera. Pada ayat 12 dikatakan bahwa bertenung dan matera adalah kekejian bagi Allah, "Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu". Dapat disimpulkan bahwa kekuatan spiritualitas bangsa Israel bukanlah tenung dan matera, tetapi firman Tuhan.

Hal itulah yang mau ditegaskan dalam bacaan Epistel ini. Bangsa Israel tidak boleh terbuai oleh segala tenung dan mantera karena bukan itulah yang membentuk spiritualitas mereka. Yang membentuk spiritualitas bangsa itu adalah Firman Allah.

KHOTBAH: Yohanes 1:14-18

Injil Yohanes adalah yang termuda di antara 3 injil lainnya (Matius, Matius, dan Markus). Injil ini memiliki keunikan karena fokus utamanya ialah melawan pengaruh gnostik yang berkembang kala itu. Gnostik adalah filsafat Yunani yang berasal dari kata gnosis, artinya "pengetahuan". Awalnya, gnostik hanya bersentuhan dengan dunia sekuler. Lambat laun, gnostik masuk ke wilayah agama. Ketika merasuki dunia agama, gnostik berpendapat bahwa pengetahuan tertinggi tentang Allah tidak dapat diperoleh dari dunia ini tetapi dunia mistik di luar sana. Sehingga ciri khas gnostik ialah pemisahan atau dikotomi antara dunia materi dan roh. Pengetahuan tentang Allah tidak diperoleh dari dunia materi melainkan dunia roh.

Dilatari oleh pemikiran itu maka gnostik tidak mengakui bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi [kuat dugaan, Kristen Gnostik berkembang ke jazirah Arab pada awal abad pertama kekristenan yang kemudian mempengaruhi cara pandang Arab terhadap Yesus. Cara pandang itulah yang kemudian mempengaruhi kitab suci Islam yang tidak pernah mengakui bahwa Yesus adalah Allah]. Hal itu menjadi ancaman bagi gereja mula-mula. Memelihara iman pada Yesus yang adalah Allah yang berinkarnasi, maka injil Yohanes dituliskan. Itulah sebabnya, ciri menonjol injil ini ketika pernyataan pertama sebagai pembuka kitab ini menunjukkan korelasi antara Sang Logos yang adalah Allah dengan Yesus. Yesus adalah Logos yang menubuh (baca: Yoh. 1:14). Kata lainnya, Yesus adalah Allah yang berinkarnasi.

Poin penting yang bisa diambil dari nas khotbah ini ialah penolakan terhadap dikotomi tubuh [materi] dan roh sebagaimana ciri khas gnostik. Tidak ada pemisahan seperti itu dalam kekristenan. Karenanya, kehadiran Allah tidak saja di dunia roh, tetapi juga di dunia materi sebab dunia materi ini juga ciptaanNya sendiri [baca: Yoh. 1:3]. Kehadiran Allah yang terlingkupi juga di dunia materi, itulah poin penting dalam Spiritualitas Inkarnasi. Spiritualitas inkarnasi mengingatkan kita bahwa dalam dunia sekarang; dalam rutinitas hidup yang kita lalui, itu adalah kesempatan juga berjumpa dengan Allah. Mengapa? Seperti sudah dijelaskan tadi bahwa Yesus sebagai Allah yang menubuh mengingatkan kita pada kehadiran Allah di dunia ini.

Allah yang berinkarnasi menjembatani jurang pemisah antara Dia dengan manusia. Allah yang berinkarnasi juga merubuhkan ruang-ruang dikotomi (pertentangan). Maka itu, Spiritualitas inkarnasi menolak dikotomi atau pertentangan antar individu. Sebaliknya, spiritualitas itulah yang mendorong perjumpaan setiap individu dalam komunitas. Spiritualitas inkarnasi adalah dorongan bagi setiap orang menjadi sahabat bagi yang lain.

TATA IBADAH

Berikut ini kami melampirkan tata ibadah yang akan dipakai dalam minggu Advent 1 di GKPI Jemaat Khusus Rawamangun, tanggal 1 Desember 2019. Klik link yang kami lampirkan di bawah ini:

Tata Ibadah Minggu Advent 2 [8 Desember 2019]